Soal Korupsi Jalan, Kepala Bappeda Bengkalis Diperiksa KPK

EnamPuluh.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kembali melakukan pemeriksaan sejumlah saksi terkait dengan dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis tahun 2013-2015.

Sebelumnya pada Kamis (13/9/2018), ada dua orang saksi yang diperiksa. Pada Jumat (14/9/2018), diperiksa lagi empat orang saksi di Riau. Mereka semua berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Bengkalis.

Tiga orang saksi, menjalani pemeriksaan di salah satu ruangan yang berada di lantai II, gedung Mako Brimob Polda Riau. Yakni, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bengkalis, Jondi Indra Bustian. Kemudian, Tarmizi dan Sefnur yang berstatus ASN Pemkab Bengkalis.

Satu saksi lagi, yakni mantan Kabag Keuangan Setdakab Bengkalis, Azrafiani Aziz Rauf, yang diperiksa di Lapas Pekanbaru. Azrafiani berada di Lapas Pekanbaru, sebagai terpidana korupsi dana hibah bansos Bengkalis. Dia dihukum sembilan tahun penjara.

Berdasarkan pantauan, pemeriksaan terhadap tiga saksi di Mako Brimob Polda Riau itu, berlangsung tertutup. Wartawan tidak diperbolehkan memasuki gedung itu. Namun diketahui, ada tiga orang saksi yang diperiksa oleh penyidik KPK.

Benar saja, salah seorang saksi terlihat keluar dari dalam gedung itu. Tepatnya pada pukul 11.30 WIB. Dia adalah Kepala Bappeda Bengkalis, Jondi Indra Bustian. Mengenakan kemeja lengan pendek dengan motif kotak-kotak biru, dia berjalan santai.

Sejumlah wartawan pun berupaya untuk mewawancarainya. Beberapa pertanyaan wartawan, dijawabnya dengan singkat, sambil menggaruk-garuk kepala. “Ndak ada, masih yang lama,” kata dia menjawab terkait apa dia diperiksa.

Diketahui, pemeriksaan terhadap Jondi ini, sudah yang kedua kalinya. Pertama dia diperiksa pada Maret lalu di Jakarta. Dia diperiksa sebagai saksi, untuk dua tersangka kasus ini. Yakni, Muhammad Nasir, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Bengkalis yang kini menjabat sebagai Sekdako Dumai. Kemudian, Hobby Siregar selaku Direktur Utama PT MRC.

Jondi mengaku, pertanyaan-pertanyaan penyidik, masih sama dengan pemeriksaan dia sebelumnya. Katanya, tak ada pertanyaan baru. Termasuk mempertanyakan uang yang disita KPK dari rumah dinas Bupati Bengkalis, Amril Mukminin. “Nggak ada, nggak ada,” ujarnya.

Namun saat ditanya terkait dengan teknis pengerjaan dan penganggaran dalam proyek ini, Jondi enggan menjawab. Dia malah meminta agar wartawan tak menanyakan itu ke dirinya.

“Ya, ndak perlu ditanya lah, masa saya diinterogasi. Tanya orangnya (penyidik) aja lah,” kata Jondi. “Intinya, pertanyaannya, masih melanjutkan yang kemarin,” sambungnya.

Dia mengaku, dia memberikan kesaksian untuk tersangka Muhammad Nasir. Dia juga tahu, bahwa sudah ada dua tersangka yang ditetapkan KPK dalam kasus ini. “Kan ada dua orang tersangkanya,” ujarnya.

Sementara, dua saksi dari ASN Bengkalis lainnya, masih menjalani pemeriksaan di Mako Brimob itu. Belum terlihat keluar dari ruangan yang berada di lantai II.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah kepada Riau Pos, membenarkan adanya pemeriksaan empat orang saksi di Mako Brimob Polda Riau, terkait dengan dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis tahun 2013-2015.

“Empat orang diagendakan pemeriksaan sebagai saksi hari ini. Satu di antaranya di Lapas Pekanbaru,” ujarnya.

Sehari sebelumnya, KPK juga sudah memeriksa dua orang saksi. Yakni, Huri Agusfriandi, yang saat ini menjabat sebagai Kabid Kelautan di Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bengkalis. Dalam proyek itu, Huri sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Dia juga menjabat sebagai Kabid Tata Ruang di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bengkalis. Satu saksi lagi, dari pihak swasta.

KPK juga sudah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi lainnya terkait kasus ini. Termasuk Bupati Bengkalis, Amril Mukminin. Saat proyek itu berlangsung, Amril Mukminin menjabat sebagai anggota DPRD Bengkalis.

Selain Amril Mukminin, ada beberapa anggota DPRD Bengkalis lainnya, yang turut diperiksa. Yakni, Suhendri Asnan, dan Kaderismanto. Mereka sama-sama kader PDIP.

Pada Selasa (5/6) lalu, penyidik KPK juga melakukan pemeriksaan delapan orang saksi di Mako Brimob Polda Riau. Mereka semua adalah dari pihak Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan (ULP). Salah satu yang diperiksa adalah Syarifuddin, Kabid Cipta Karya Dinas PU Bengkalis, pada masa itu.

Diketahui, dalam proyek ini, KPK sudah menetapkan dua orang tersangka, yakni mantan Kepala Dinas PU Bengkalis yang saat ini menjabat sebagai Sekda Kota Dumai dan rekanan Hobby Siregar selaku Direktur Utama PT MRC.

Dalam kepentingan penyidikan, sebelumnya KPK sudah melakukan penggeledahan di rumah dinas Bupati Bengkalis, Amril Mukminin. Di sana, ditemukan uang Rp1,9 miliar.

KPK juga melakukan penggeledahan Kantor DPRD Bengkalis, dan Kantor Dinas PU Bengkalis. Di Dumai, KPK menggeledah Kantor Sekda Dumai, Kantor LPSE dan rumah subkontraktor di Dumai.

KPK turut menggeledah kantor kontraktor di Pekanbaru, tepatnya di Kecamatan Tenayan Raya dan di Kecamatan Marpoyan Damai. Dari penggeledahan, KPK sudah mengamankan banyak dokumen terkait proyek jalan tersebut.

Diketahui, Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih ini, merupakan proyek peningkatan jalan sepanjang 51 kilometer dan lebar 6 meter. Dianggarkan dengan total dana yang bersumber dari APBD 2013-2015 sebesar Rp494 miliar.(mai)

Related posts

Sembunyi di Aceh, Pembunuh Guru di Inhu Dihadiahi Tembakan

Redaktur

7 Atlet Bengkalis Perkuat Indonesia di Asian Games

andri

BNN Amankan 30.000 Ekstasi di Riau, Satu Pelaku Ditembak

Redaktur